Kamis, 06 Oktober 2016



Kisah : Heru Wisnu Pratama


            Hi... Sobat-sobat dan Teman-teman semua, perkenalkan nama saya Heru Wisnu Pratama, saya biasa di sapa Heru / Tama. Saya tinggal di kota Samarinda Prov. Kalimantan Timur, saat ini saya bersekolah di SMK Negeri 7 Samarinda mengambil  jurusan  Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

            Menurut saya program BBM ini sangat bagus dan menarik sekali karena ini adalah langkah awal pembelajaran untuk meraih kesuksesan cita-cita kita para generasi muda. Program ini sangat bermanfaat untuk generasi muda yang ingin membangun bangsa Indonesia dan memajukan selangkah demi selangkah, kalau kita bisa lebih dari selangkah lakukanlah karena di dunia ini tidak ada yang mustahil jika kita semua memiliki niat untuk membuatnya menjadi kenyataan.

             Alasan saya mengapa saya tertarik mengikuti program ini adalah karena ini sebuah kesempatan emas yang tidak akan datang dua kali seumur hidup, jika saya tidak mengambil kesempatan ini saya akan menyesal karena program ini sangat bermanfaat dan berarti buat saya dan peserta lainnya.

            Untuk selanjutnya saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya selama mengikuti program BBM ini yang sebegitu bermanfaatnya buat saya dan peserta lainnya. Semoga kalian para pembaca tidak bosan membaca tulisan yang saya buat berdasarkan pengalaman saya selamamengikuti kegiatan BBM. 

     Kamu pasti bertanya - tanya apa sih BBM? Programnya itu ngapain aja sih? siapa saja sih mentor-mentor hebatnya? dsb. Langsung saja ini dia pengertiannya

Belajar Bersama Mentor (BBM) adalah program belajar yang memberikan kesempatan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dengan para mentor yang telah sukses berkarya di bidangnya. Program ini juga merupakan program lanjutan dari kegiatan pelatihan kepemimpinan nasional,  yaitu Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) yang diselenggarakan pertama kali   pada 2015.
Siswa SMA dan SMK yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diajak untuk meluangkan waktu selama kurang lebih satu minggu untuk tinggal, berinteraksi, dan belajar secara langsung dengan para mentor di Jakarta. Melalui program ini, diharapkan peserta bisa mendapatkan inspirasi, pembelajaran, dan mengetahui proses secara langsung bagaimana mentor menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari. (Andik Purwanto/Herman Setiawan/Jaka Sutrisno).
   saya lanjutkan dengan pengalaman saya selama mengikuti kegiatan tersebut.
Dukungan orang tua saya adalah yang pertama dan yang utama bagi saya, karena jika tidak ada dukungan orang tua saya tidak bisa berangkat untuk mengikuti program ini. Pada awalnya program ini dijadwalkan bulan November atau Desember 2015 kalau tidak salah saya juga lupa. Saat itu orang tua saya tidak setuju saya berangkat mengikuti program ini karena khawatir saya ada musibah selama mengikuti program ini dan saya juga masih menjalankan PRAKERIN sekolah.
            Karena saat itu dibatalkan di dalam hati saya berkata “Alhamdulillah batal” kenapa saya bilang begitu karena saat itu juga akhir tahun dan ada temen yang slek (IRI) karena hanya saya yang berangkat untuk program ini. Kemudian saat diumumkan kepastian tanggalnya yang sudah jadi dan pasti baru saya mau berangkat dan juga sudah dapat restu dari orang tua untuk berangkat.
            Tetapi awalnya saya rahasiakan agar temen-temen tidak tahu untuk menghindari slek yang terjadi di awal tadi. Tetapi karena ada yang tau dan di sebarin yaudah lah saya bilang do’akan sukses ya disana. Guru – guru disekolah pun menyemangati saya dan mendo’akan yang terbaik buat saya agar sukses, pihak sekolah sangat mendukung saya untuk berangkat karena membawa nama sekolah.


Bersambung...